(99 persen cerita ini sungguh benar terjadi)
"Di sana, maju saja terus," penjual air minum memberi petunjuk.
Benar. Tak susah mencarinya.
Bang, bisa tambal ban? Ia mengangguk. Lekas menyuruhku menaikkan motor, lebih mendekat.
Proses dimulai. Tapi, ada yang berbeda. Bukan serupa puluhan tukang tambal ban yang pernah aku temui. Ia lebih agresif, mungkin juga kreatif. Bukan ban dalam yang dikeluarkan dan lekas ditembel. Ia menceraikan velg dan ban bersama-sama dari raga motor. Rantai dilepas dari gear.
Mungkin begitulah cara ia menambal ban, pikirku.
Selengkapnya...

